Saatnya yang muda berprestasi

Posted: Desember 13, 2012 in Uncategorized

Pemuda dalam tiap masa selalu menjadi tulang punggung sebuah perubahan. Apakah itu perubahan menuju lebih baik atau sebaliknya. Pemuda dalam definisi sosial adalah generasi antara umur 20 – 40 tahun ( atau 18- 35 tahun dalam referensi lain). Dalam kajian ilmu sosial, puncak kematangan peran publik seorang manusia ialah antara umur 40 -60 tahun. Dari perbandingan di atas, kita dapat menyimpulkan, bahwa pemuda adalah penerus generasi sebelumnya untuk masa yang akan datang.

Akan tetapi peran pemuda dalam keberjalanan roda Negara tetaplah krusial. Banyak contoh di berbagai Negara, dimana titik tolak perubahan justru berawal dari perjuangan pemuda. Sangatlah wajar. Setidaknya ada dua rahasia besar kekuatan pemuda, yaitu kekuatan personal dan keunggulan mengorganisasi kekuatan. Al-qur’an mengabadikan keunggulan personal pemuda yang mempunyai sifat qowiyyun amiin ( kuat dan dapat dipercaya), hafiidzun aliim ( amanah dan berpengetahuan luas), bashthotan fil ‘ilmi wal jism ( kekuatan ilmu dan fisik ), ra’uufun rohiim ( santun dan pengasih ). Sifat-sifat unggul tersebut merupakan potensi besar, yang menumpuk pada individu pemuda, dimana masyarakat sangat mengharapkannya.

Rahasia berikutnya adalah keunggulan mengorganisasi kekuatan. Ada setidaknya lima faktor prinsip yang dipegang pemuda, dalam mengorganisasi kekuatan mereka, yaitu :

  1. Kekuatan asas perjuangan
  2. Kekuatan konsep dan metode perjuangan
  3. Kekuatan persatuan
  4. Kekuatan sikap dan posisi perjuangan
  5. Kekuatan aksi dan opini : memiliki isu sentral, konsistensi misi, imun dalam perjuangan, kesinambungan aksi dan opini.

Pembangunan Hari Ini

Lihatlah keadaan hari ini, dimana pembangunan fisik dan mental negeri bergerak sangat lambat. Banyak bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai, masih juga belum diperbaiki, padahal keadaan itu sudah berlangsung lama. Atau proyek jalan tol yang terbengkalai bertahun-tahun. Belum lagi masalah kualitas pendidikan kita, yang hampir semuanya berorientasi membentuk kuli. Ini hanya secuil bagian dari besarnya masalah dalam pembangunan negeri ini.

Lalu bagaimana harusnya sikap pemuda? Setidaknya ada beberapa fakta yang mesti diperhatikan para pemuda, sebagai agen akselerator transformasi. Pemuda, adalah kelompok usia produktif yang memiliki potensi yang sama untuk mendapatkan status sosial ekonomi yang relatif mapan dan akan masuk ke dalam kelas menengah. Padahal, peran elit ( the rulling class ) dan kelas menengah ( middle class) sangat siginifikan dalam menggerakkan dan mengarahkan perubahan sosial, sebagai salah satu pilar pembangunan. Dan, The Rulling Class ini dibentuk dari kelas menengah, yang terdiri dari kelompok-kelompok strategis dari kalangan intelektual, pengusaha, birokrat dan militer. Nah, untuk melakukan mobilitas vertikal dan masuk ke dalam kelas menengah haruslah berbasis kompetensi, bukan patronase politik.

Dengan kenyataan di atas, maka ada agenda strategis, dalam rangka memelopori akselerasi pembangunan ini. Yaitu dengan mengelola dengan baik dan profesional seluruh insitusi kepemudaan, sebagai sarana perekrutan pemuda-pemuda potensial Indonesia dalam usia produktif. Selanjutnya, penguatan kelas menengah pemuda sebagai kandidat elit (the rulling class) dalam konteks sirkulasi kepemimpinan lokal dan nasional.

Dalam tataran aplikasinya, untuk saat ini, aktivis pelajar dan mahasiswa bisa bergabung dalam organisasi massa. Lebih mengkerucut lagi, bisa ormas politik. Dimulai dari aktivitas-aktivitas politik organisasi di kampus. Untuk pemuda yang sudah tidak lagi mahasiswa, mereka bisa berkecimpung lebih dalam di organisasi-organisasi keprofesian yang independen. Ini semua tidak lain adalah untuk mempertajam kompetensi dan profesionalisme, agar ketika mereka sudah menjadi bagian dalam the rulling class, mereka sudah siap.

Dengan kesiapan para pemuda menjalani the rulling class, akselerasi pembangunan dapat dimaksimalkan. Harapan ini tentulah bukan sebuah khayalan. Sejarah Indonesia sendiri telah menghasilkan individu seperti ini, contohnya, M. Natsir. Percepatan pembangunan harus dimulai dengan perubahan mental dan cara berfikir. Walaupun pemerintahan saat ini sudah on the track, tapi jalannya masih lambat. Dengan kematangan mental dan perbedaan cara berfikir yang segar, the next rulling class siap membantu dan mempercepat pembangunan negeri.

Proses Demokratisasi Menuju Masyarakat Madani (Civil Society)

1. Pengertian Masyarakat Madani
Masyarakat madani adalah sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri di hadapan penguasa dan negara, memiliki ruang publik (public sphere) dalam mengemukakan pendapat, dan memiliki lembaga-lembaga yang mandiri yang dapat menyalurkan aspirasi dan kepentingan publik.
2. Kaitan antara Masyarakat Madani dengan Demokrasi
Hubungan antara masyarakat madani dengan demokrasi (demokratisasi) menurut M. Dawam Rahadjo, bagaikan dua sisi mata uang. Keduanya bersifat ko-eksistensi atau saling mendukung. Hanya dalam masyarakat madani yang kuatlah demokrasi dapat ditegakkan dengan baik dan hanya dalam suasana demokratislah masyarakat madani dapat berkembang secara wajar. Nurcholish Madjid memberikan penjelasan mengenai keterkaitan antara masyarakat madani dengan demokratisasi. Menurutnya, masyarakat madani merupakan tempat tumbuhnya demokrasi. Pemilu merupakan simbol bagi pelaksanaan demokrasi. Masyarakat madani merupakan elemen yang signifikan dalam membangun demokrasi. Salah satu syarat penting bagi demokrasi adalah terciptanya partisipasi masyarakat dalam proses-proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh negara atau pemerintahan. Masyarakat madani mensyaratkan adanya civic engagement yaitu keterlibatan warga negara dalam asosiasi-asosiasi sosial. Civic engagement ini memungkinkan tumbuhnya sikap terbuka, percaya, dan toleran antara satu dengan lainnya. Masyarakat madani dan demokrasi menurut Ernest Gellner merupakan dua kata kunci yang tidak dapat dipisahkan. Demokrasi dapat dianggap sebagai hasil dinamika masyarakat yang menghendaki adanya partisipasi.

C. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia (Masa Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi)
Perkembangan demokrasi di Indonesia dari segi waktu dapat dibagi dalam empat periode, yaitu :
1. Periode 1945-1959 Demokrasi Parlementer
Demokrasi pada masa ini dikenal dengan sebutan demokrasi parlementer. Sistem parlementer ini mulai berlaku sebulan setelah kemerdekaan diproklamasikan. Sistem ini kemudian diperkuat dalam Undang-Undang Dasar 1949 (Konstitusi RIS) dan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950. Meskipun sistem ini dapat berjalan dengan memuaskan di beberapa negara Asia lain, sistem ini ternyata kurang cocok diterapkan di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan melemahnya persatuan bangsa. Dalam UUDS 1950, badan eksekutif terdiri dari Presiden sebagai kepala negara konstitusional (constitutional head) dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan.
2. Periode 1959-1965 (Orde Lama)Demokrasi Terpimpin
Pandangan A. Syafi’i Ma’arif, demokrasi terpimpin sebenarnya ingin menempatkan Soekarno seagai “Ayah” dalam famili besar yang bernama Indonesia dengan kekuasaan terpusat berada di tangannya. Dengan demikian, kekeliruan yang besar dalam Demokrasi Terpimpin Soekarno adalah adanya pengingkaran terhadap nilai-nilai demokrasi yaitu absolutisme dan terpusatnya kekuasaan hanya pada diri pemimpin. Selain itu, tidak ada ruang kontrol sosial dan check and balance dari legislatif terhadap eksekutif.
3. P eriode 1965-1998 (Orde Baru) Demokrasi Pancasila
Ciri-ciri demokrasi pada periode Orde Lama antara lain presiden sangat mendominasi pemerintahan, terbatasnya peran partai politik, berkembangnya pengaruh komunis, dan meluasnya peranan ABRI sebagai unsur sosial politik. Menurut M. Rusli Karim, rezim Orde Baru ditandai oleh; dominannya peranan ABRI, birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, pembatasan peran dan fungsi partai politik, campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan publik, masa mengambang, monolitisasi ideologi negara, dan inkorporasi lembaga nonpemerintah
4. Periode 1998-sekarang( Reformasi )
Orde reformasi ditandai dengan turunnya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatan presiden kemudian diisi oleh wakil presiden, Prof. DR. Ir. Ing. B.J. Habibie. Turunnya presiden Soeharto disebabkan karena tidak adanya lagi kepercayaan dari rakyat terhadap pemerintahan Orde Baru. . Bergulirnya reformasi yang mengiringi keruntuhan rezim tersebut menandakan tahap awal bagi transisi demokrasi Indonesia. Transisi demokrasi merupakan fase krusial yang kritis karena dalam fase ini akan ditentukan ke mana arah demokrasi akan dibangun

D. Menampilkan Perilaku Budaya dan Prinsip-Prinsip Demokrasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Beberapa karakteristik yang harus ditampilkan dari warga negara yang berkarakter dan berjiwa demokratis, yaitu ;Memilki sikap rasa hormat dan tanggung jawab, bersikap kritis, membuka diskusi dan dialog, bersikap terbuka, bersikap rasional, adil, dan selalu bersikap jujur. Warga negara yang otonom harus melakukan tiga hal untuk mewujudkan demokrasi konstitusional, yaitu menciptakan kultur taat hukum yang sehat dan aktif (culture of law), ikut mendorong proses pembuatan hukum yang aspiratif (process of law making), mendukung pembuatan materi-materi hukum yang responsif (content of law), ikut menciptakan aparat penegak hukum yang jujur dan bertanggung jawab (structure of law).

Saatnya Yang Muda Bangkit.

Posted: September 20, 2012 in Uncategorized

 

Wahai kawan bangunlah, lalu berikanlah peringatan! Segera ambil wudhu. jangan biarkan azan Subuh di kumandangkan oleh kakek-kakek dengan suara parau yang justru menina bobokkan orang sekampung. Jangan biarkan nada sumbangnya justru membuat orang semakin nyenyak dalam pulasnya. Kumadangkan adzan dengan suara lantang mu. Serulah saudaramu, tetanggamu, seluruh umat islam dengan suara mu. Terbos kabut yang pekat, pecahkan embun yang dingin. Wahai pemuda bergegaslah.

 

” Hai orang-orang yang berkemul ( berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah. ” (Q.s. al-Muddatstsir [74]: 1-5).

 

Selimut dalam ayat ini bisa bermakna hakiki maupun majazi. Makan hakiki berarti selimut yang melenakan tidurmu. dan sementara selimut dalam makna majazi ialah simbol kemalasan. ketahuilah bahwa dalam diri kita ada Raksasa yang tertidur. Raksasa yang dapat menjadikan pahlawan jika di bangunkan. Bangunkan raksasa tidur dalam diri kita. Lantas, berikan peringatan kepada semua orang bahwa telah datang waktu subuh dengan adzan.
Allah menyuruh kita memakai pakain yang bersih untuk pergi kemasjid. Menyuruh kita meninggalkan kemalasan.
Tertidur pulas pada waktu subuh merupakan salah satu perbuatan keji karena itu berarti telah meninggalkan syariatnya.

 

Wahai sahabatku kaum muda, ayo kita awali untuk membangun negara ini dengan aktifitas subuh. karena banyak sekali manfaat dari aktifitas pagi pada saat di waktu subuh. sahabat ku kaum muda sudah saatnya di era sekarang kaum muda mempersiapkan diri untuk jadi pemimpin. karena kalau kita mau jadi pemimpin kita harus mengawalinya dengan bangun pagi di kala subuh.

 

“pada dasarnya sikap di siplin adalah modal dasar untuk mempersiapkan diri kita untuk jadi pemimpin yang amanah hal ini dapat kita lakukan dengan secara konsisten melakukan aktifitas pagi di kala waktu subuh.

Wartanasional.com

Saat nya wakil RAKYAT, MERAKYAT.

Posted: September 20, 2012 in Uncategorized

 

Sebagai Wakil Rakyat yang dipilih secara langsung seharusnya benar benar menyuarakan hati nurani rakyat sehingga kepercayaan rakyat dapat tercapai apa yang diinginkan dalam perubahan ataupun kemajuan dalam kesejahteraan itu sendiri.

Dalam kenyataan yang kita rasakan sekarang ini adalah Wakil rakyat telah duduk lupa akan janji janji kepada rakyat yang memilihnya,bahkan setelah duduk pada kursi yang elegan dimamfaatkan untuk menghabiskan uang rakyat untuk kepentingan diri sendiri ataupun bersama sama sesama Wakil rakyat.

Dalam lantunan Iwan Fals yang menjadi kenyataan yakni Wakil Rakyat bukanlah Paduan suara, bukan malah tidur saat rapat dalam hal gelar pendapat.

Para tokoh politik merupakan orang-orang yang pemikiranya selalu kedepan tanpa melihat kekiri atau kekanan bahkan seharusnya juga melihat kebelakang dalam arti melihat sejauh mana kemauan ataupun keinginan rakyat.

Memang bukan berarti kemauan rakyat semua terpenuhi namun untuk saat ini seharusnya 70% keinginan rakyat terkabulkan dan setiap tahun harus meningkat dalam penyerapan suara hati nurani Rakyat.

Untuk jenjang pendidikan wakil rakyat kita tidaklah semua Sarjana,SLTA pun perlu dalam arti SLTA yang kelulusanya dibawah tahun 2000 atau 2001 karena selebihnya tahun tersebut Sarjana sudah mulai banyak.

Selain itu, wakil rakyat harus menerima kritik dari masyarakat dan sanggup melepaskan kursinya saat rakyat sudah mengeluarkan mosi tidak percaya dengan catatat dibuktikan dengan dalih ataupun kenyataan fakta yang telah ada dan diproses secara hukum seperti masyarakat biasa.

Apabila tidak terbukti tidak bersalah maka wakil rakyat tersebut berhak duduk kembali dan rakyat yang mengajukan mosi tidak percaya tadi terbalik yang diproses dijalur hukum yang berlaku sehingga wakil rakyat kita benar benar bersih dan dapat mementingkan kepentingan rakyat.

pewarta-indonesia.com

 

Seiring dengan berjalannya waktu, Anda pasti akan menapaki karir ke arah yang lebih tinggi. Berbagai tawaran pekerjaan maupun promosi kenaikan posisi juga mungkin berdatangan. Ambil contoh ketika Anda tiba-tiba dipromosikan menjadi manajer, apakah Anda mampu melakukannya? Sebelum menjawabnya, simak dulu pertanyaan dari US News tentang cocok tidaknya seseorang menjabat sebagai pemimpin atau tidak berikut ini.

Apakah Anda suka mengarahkan seseorang atau tim?
Manajemen adalah tentang mengarahkan orang lain. Artinya, Anda harus memahami cara kerja dan menginspirasi mereka untuk melakukan yang terbaik. Intinya, Anda perlu kepercayaan diri untuk menjadi pemimpin sekaligus kemampuan organisasi demi menjabat sebagai manajer yang bermutu.

Anda akan jadi atasan yang seperti apa?
Ada atasan yang sangat cuek atau bahkan menyerahkan semua pekerjaan pada bawahan tanpa pengarahan tertentu. Lantas bagaimana dengan Anda? Pahami berbagai tipe manajer yang ada, kemudian tentukan Anda akan menjadi pemimpin yang seperti apa nantinya.

Apakah menjadi pemimpin akan menjauhkan Anda dari hal-hal yang disukai?
Jika Anda menyukai bergaul dengan pelanggan daripada pekerjaan yang lain, menjadi manajer mungkin tidak cocok Anda lakukan. Pasalnya manajer wajib memantau segala jenis pekerjaan yang ada di departemen yang dipimpin.

Apakah Anda orang yang teratur?
Teratur di sini maksudnya adalah bertanggung jawab dalam tugas yang dikerjakan. Apabila Anda cukup kesulitan memegang beberapa tugas sekaligus, mungkin promosi sebagai manajer perlu Anda pertimbangkan kembali.

Apakah Anda seorang problem solver?
Problem solver atau orang yang bisa mengatasi masalah adalah salah satu syarat manajer yang baik. Misalnya ada konflik yang terjadi di tubuh departemen perusahaan. Maka salah satu tugas pemimpin adalah berusaha menemukan jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Apakah Anda peduli dengan orang lain?
Manajer adalah orang yang bisa diandalkan oleh bawahannya. Mereka peduli dengan kinerja profesional setiap karyawan. Kalau ciri ini tidak ada dalam diri Anda, manajer mungkin bukan posisi terbaik yang bisa Anda capai dalam pekerjaan.

Meskipun demikian, jangan langsung menolak tawaran manajer jika beberapa pertanyaan di atas tidak mampu Anda jawab dengan baik. Sebab tawaran menjadi seorang pemimpin pasti tidak sembarangan diberikan untuk seseorang.

Hello world!

Posted: September 16, 2012 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!